Pulau Nias, Keindahan Alam dan Tradisi Leluhur yang Masih Terjaga

Istimewa

Pulau Nias merupakan kepulauan yang berada disisi barat pulau Sumatera, Indonesia, yang secara administratif masuk kedalam wilayahProvinsi Sumatera Utara. Pulau ini merupakan pulau terbesar yang paling maju di antara deretan pulau-pulau di pantai barat Sumatera.

Pulau yang memiliki luas 5.625 Km2 ini memiliki jumlah penduduk sekitar 900.000 Jiawa dan sebagian besar masih di huni oleh penduduk asli yaitu suku Ono Niha yang masih tetap memegang adat budaya megalitik.

Pulau Nias juga memiliki tempat-tempat wisata yang wajib untuk anda explore seperti  Pantai, Desa Tradisional, Taman Bawah Laut dan Lompat Batu (Fahombo). Tak hanya itu saja, Kabupaten Nias miliki banyak destinasi wisata, Nias Selatan merupakan kabupaten yang paling banyak yaitu ada 40 destinasi wisata, Nias Utara ada 12, Nias Barat ada 3 serta Gunung Sitoli ada 10.

Pulau Nias mayoritas 90% penduduknya memeluk agama Kristen Protestan, sedangkan sisanya beragama Katolik, Islam, dan Budha. Masyarakat yang memeluk agama Islam biasanya berada di wilayah pesisir Kepulauan Nias.

Nias adalah gugusan pulau yang terbagi dalam 132 pulau. Pulau Nias yang sebelumnya hanya 1 kabupaten saja, sekarang sudah dimekarkan jadi empat kabupaten dan 1 kota, yakni Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, serta Kota Gunungsitoli.

Nah, Berikut beberapa tempat-tempat wisata di Pulau Nias yang wajib anda explore:

Pantai Pulau Tello dan Lagundri

Pantai Pulau Tello serta Lagundri ini berada di Kabupaten Nias Selatan. Kedua pulau ini mempunyai kesamaan, dua-duanya merupakan surganya bagi para peselancar dunia.

Istimewa

Kedua pantai ini memiliki ombak yang benar-benar menantang. Di Pantai Tello tinggi ombaknya dapat mencapai 6 meter. Dan di Pulau Lagundri, lipatan gelombang yang tingginya bisa mencapai 7 hingga 10 meter dengan lima tingkatan.

Desa Bawomataluo

Merupakan desa yang tetap mempertahankan kebiasaan adat luhur yang pernah diabadikan dalam pecahan uang kertas Rp 1. 000 yaitu Lompat Batu. Itu dapat anda saksikan dengan mata kepala sendiri di Desa Bawomataluo, Nias Selatan.

Istimewa

Desa Bawomataluo ini masih tetap melestarikan tradisi serta ajaran leluhurnya, termasuk juga salah satunya adalah Lompat Batu. Tradisi ini adalah alat ukur untuk memantaskan seseorang menjadi pria dewasa. menjadi pria yang telah matang, dari fisik, mental serta pikiran. Dan di jaman dulu, adalah suatu tes untuk calon prajurit kerajaan.

Pulau Asu

Pulau Asu ini terdapat di Nias Barat yang usut punya usut, pulau ini adalah salah satu pulau terdepan di Indonesia. Pulau kecil yang hanya dihuni puluhan orang saja, namun akan membuat anda malas pulang dari sana.

Pulau Asu begitu menakjubkan. Bukan sekedar pantai, namun bawah lautnya juga. Disana terdapat banyak terumbu karang beragam jenis dan berwarna-warni, dan ikan-ikan yang menggemaskan.

Istimewa

Untuk andayang ingin bermain surfing, Pulau Asu siap memuaskan keinginan adrenalin anda. Pulau Asu memiliki ombak dengan tinggi 4 hingga 7 meter serta panjang ombak mencapai 200 meter.

Museum Pusaka Nias

Untuk traveler  yang menyukai sejarah,Pulau Nias adalah ‘tempat belajar’ yang asik. Mempelajari sejarah tentang kehidupan Nias dari waktu ke waktu, dari jaman megalitikum hingga jaman kerajaan bisa anda dapatkan di Museum Pusaka Nias.

Ilustrasi

Museum ini dibangun oleh seorang misionaris yang bernama Johannes Hammerle di tahun 1971, ada kurang lebih 6 ribu barang koleksi di Museum Pusaka Nias. Batu-batu megalitikum yang berupa ukiran dan dijadikan perkakas rumah tangga di jaman dulu. Jangan sampai terlewat juga, melihat benda-benda yang dianggap sakti, ada Oroba Buaya atau baju perang yang terbuat dari kulit buaya. Selanjutnya ada pedang Tologu, yang digunakan untuk berperang di jaman dulu serta diyakini memiliki kekuatan magis didalam bola rotan pada bagian sarung pedangnya. Ada juga, peti mati khusus bangsawan dengan bermacam bentuk unik seperti menyerupai naga.

Tahukah anda, bila ternyata orang-orang Nias merupakan pemburu kepala. Jadi lihatlah patung Siraha Horo, satu patung yang dipercaya mampu ‘membersihkan diri’ dari dosa setelah berburu kepala.

Museum Pusaka Nias buka dari hari Selasa hingga Sabtu dari jam 08. 00 WIB hingga 16. 30 WIB. Tiket masuknya hanya Rp 2 ribu saja.

Pantai Toyolawa

Ilustrasi

Di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara ada pantai yang masihlah sepi pengunjung dan mempunyai keunikan. Namanya pantai Toyolawa yang mempunyai pantai dengan pasir kemerahan.

Anda akan disuguhkan dengan hamparan pasir merah yang luas serta deburan ombak yang cukup kencang. Jejeran pohon kelapa sepanjang pantai menambah eloknya pemandangan. Pantainya juga masih terhitung sepi.

Asiknya lagi, kontur pantai yang landai membuat anda bisa bersantai. Kadang apabila beruntung dan sinar matahari sedang cantik, warna merahnya tampak sangat terang.

One comment

Leave a Reply