Pulau Intata, Keindahan Eksotis Pulau Terluar Indonesia

Pulau Intata merupakan pulau terluar Indonesia yang berada di Laut Sulawesi yang berbatasan langsung dengan negara Filipina. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah Kabupten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Luas dari pulau ini sendiri 0,15 Km dan banyak di tumbuhi oleh pohon kelapa. Pulau ini juga termasuk pulau yang tak berpenghuni.

Perjalanan menuju pulau intata ini dapat anda tempuh menggunakan perahu motor, Perjalanan diawali dari kota Melonguane yang merupakan Ibu Kota Kepulauan Talaud yang menuju ke Kecamatan Nanusa dengan perahu motor atau juga bisa menggunakan kapal milik Pelni daengan waktu tampuh sekitar 4-6 jam. Sedikit informasi untuk anda pelayaran milik Pelniini melayani ruteMelonguane-Kecamatan Nanusa setiap Minggu.Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dari Kecamatan Nanusa menuju pulau karatung dengan perahu motor selama 1 jam. Kemudian dilanjutkan lagi menuju pulau intata selama kurang lebih 30 menit. Atau bisa juga menggunakan speed boot yang langsung kepulau intata dengan waktu tempuh 3-4 jam.

Istimewa

Namun, perjalan panjang yang anda tempuh akan terbayar lunas setibanya anda disini, Pulau Intata ini memiliki keindahan alam yang eksotis. Anda akan disambut oleh pantai yang memiliki pasir pantai yang lembut bak selembut tepung dan air lautnya yang jernih mampu menghipnotis anda. Kondisi alam di pulau ini bisa dibilang masih sangat alami, cocok untuk anda yang ingin berwisata dan mengeksplor pulau ini lebih dalam.

Di pulau ini juga memiliki cerita yang bersejarah, sebelumnya pulau ini merupakan bagian dari Pulau Kakorotan yang berpenghuni, akibat bencana gempa yang disertai tsunami pada tahun 1600-an sebagian pulau intata tenggelam dan penduduknya hanyut terbawa ombak tsunami yang akhirnya memisahkan Pulau Intata dan Pulau Kakorotan. Kini para penduduk hanya ada di Pulau Kakorotan. Kearifan yang terus dijaga oleh warga Kakorotan itu, menjadikan Intata seperti pulau perawan yang terus terjaga asriannya.

Ilustrasi

Selain memiliki pantai yang berpasir lembut selemnut tepung ini, keindahan bawah lautnya pun juga tak kalah indah, di bawah laut pulau ini juga terdapat terumbu karang yang masih sangat terjaga, ikan-ikan karang pun juga begitu banyak jenisnya seperti Ikan Kakatua, ikan kulipaser, ikan lolosi yang merupakan ikan-ikan target dominan penghuni terumbu karang pulau ini. Dan juga terdapat 14 jenis algae, 13 jenis moluska, dan yang terpenting yang menjadi krustasea ekonomis di pulau ini adalah lobster panulirus sp dan kenari birgus latro.

Terumbu karang yang tidak dirusak, ikan yang melimpah, pasir putih yang eksotis, laut yang bebas dari polusi, nyiur yang meneduhkan, dan keindahan pulau yang alami. Di salah satu sisi Pulau Intata, seakan kontras dengan sisi yang berhadapan dengan Pulau Kakorotan, dipulau ini juga terdapat sebuah benteng batu berukuran raksasa yang menegaskan batas wilayah Negara Republik Indonesia.

Benteng batu ini berhadapan langsung dengan lautan Pasifik, dan seolah membiarkan dirinya menjadi tempat pecahnya empasan ombak Pasifik yang ganas. Jangan lupa untuk membawa peralatan kamera agar dapat mengabadikan keindahan dan eksotisme selama di Intata. Pulau Intata, yang tak berpenghuni di utara Indonesia ini membuktikan bahwa ada pulau di ujung utara Indonesia yang indah dan mempesona.

Tradisi Mane’e.
istimewa

Pulau Intata juga memiliki tradisi unik yang bernama Mane’e dan anda juga bisa ikut dalam acara tradisi ini. Tradisi ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak abad XVI pasca gempa dan tsunami menerjang pulau ini. Tradisi ini adalah menangkap ikan secara tradisional menggunakan tangan dengan cara menggiring ikan menggunakan dedaunan yang dihentakan ke air. Dalam melakukan tradisi ini ada ketentuan yang harus dipatuhi oleh masyarakat di pulau Kakarotan, masyarakat disini dilarang menangkap ikan selama setahun penuh, dan jika melanggar akan mendapatkan sanksi adat. Oleh pemerintah Kabupaten Talaud, Tradisi Mane’e telah dijadikan sebagai agenda wisata tahunan yang berlangsung setiap bulan Mei ketika air laut surut ketitik terendah.

Jadi kapan lagi #jelajahinegerimu siapkan waktu dari sekarang untuk menikmati keindahan alam Indonesia.

 

Leave a Reply