Sumatera Selatan

Sumatera Selatan

 

Pesona Wisata Sumatera Selatan

Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Provinsi ini beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Di samping itu, provinsi ini banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas dari provinsi ini sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.

Provinsi Sumatera Selatan secara geografis terletak antara 1 derajat sampai 4 derajat Lintang Selatan dan 102 derajat sampai 106 derajat Bujur Timur dengan luas daerah seluruhnya 87.017.41 km².

Batas batas wilayah Provinsi Sumatera Selatan sebagai berikut : sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung, sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Jelajahi Pesona Wisata Sumatera Selatan bersama jelajahpulau.com.

Rekomendasi Objek Wisata

  • Air Terjun Lematang
  • Air Terjun Bidadari
  • Air Terjun Temam
  • Danau Ranau
  • Bukit Siguntang
  • Hutan Wisata Punti Kayu
  • Goa Putri
  • Pulau Kemaro
  • Taman Kambang Iwak
  • Jembatan Ampera
  • Benteng Kuto Besak

 

Ibukota PropinsiPalembang
Jumlah Pulau53 Pulau
Jumlah Penduduk8.054.567 Orang (DKCS 2016)

Makanan Khas

Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal makanan khas Sumatera Selatan. Pempek dan tekwan merupakan dua jenis makanan khas Sumatera Selatan yang begitu tersohor di berbagai daerah. Kelezatan makanan daerah Sumatera Selatan ini cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Baik Pempek dan Tekwan, keduanya juga melambangkan kekayaan alam Indonesia.

Bukan dari bentuk visual maupun rasa makanan, namun bahan baku pembuatan kedua makanan tersebut. Baik Pempek dan Tekwan, keduanya dibuat dengan bahan baku daging ikan dan sagu. Ikan merupakan salah satu kekayaan alam laut Indonesia. Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan potensi laut. Maka selayaknya pemanfaatan alam laut patut diapresiasi. Selain itu, pemanfaatan sagu sebagai bahan dasar pembuatan Pempek dan Tekwan juga menunjukkan betapa kaya hasil bumi masyarakat Indonesia.

Sejarah

Sumatera Selatan dengan ibukotanya Palembang mejadi daerah yang tidak lepas juga dengan penjajahan yang ada. provinsi ini di bentuk dengan adanya persetujuan dari presiden sejak tanggal 12 september 1950. penjajahan yang di lakukan ini hampir semua daerah mengalaminya. Tidak heran dengan adanya kondisi ini malah memberikan dampak yang kurang baik untuk kesejahteraan penduduk di sini. Palembang sejak lama memang telah menjadi daerah yang menjadi pusat perdagangan.

Dengan adanya perdagangan yang ada ini membuat banyak dari bangsa dan negara lain seperti Arab, Cina dan India yang melakukan perdagangan di sini. dengan adanya hubungan dagang ini kemudian di bentuklah satu kerajaan yang besar dengan perkembangan yang sangat pesat. Sriwijaya adalah kerahaan yang telah di dirikan sejak lama mulai 17 juni 683 masehi. Dengan adanya perkembangan yang terjadi pada kerajaan ini, Sriwijaya menjadi kerajaan yang sangat kuat dan belum adanya negara Indonesia.

Dengan kondisi ini tentulah banyak tempat atau saat ini menjadi negara besar menjadi jajahan dari kerajaan Sriwijaya. Tidak hanya itu dengan adanya kerajaan ini kemudian kerajaan Sriwijaya di kenal sebagai kerajaan dengan aliran agam Budha dan menjadi karajaan maritim yang terbesar dan terkuat di Nusantara. Namun, dengan datangnya belanda pada tahun 1825 membuat kerajaan yang ada di sini hancur dan hilang secara perlahan. Dengan penjajahan yang di lakukan ini membuat banyak pahlawan dan rakyat di Palembang kemudian melakukan perlawanan. Perlawanan ini kemudian secara bersamaan bersama presiden Soekarno mempertahankan Sumatera Selatan dengan pertempuran yang di lakukan. dengan berlangsungnya peperangan ini, akhirnya belanda dapat di kalahkan dan Sumatera Selatan akhirnya terbebas dari penjajhan belanda.

Dengan adanya kemerdekaan ini, tentunya di tahun 1950 NKRI terbentuk dan mejadikan Sumatera Selatan menjadi provinsi yang bergabung di NKRI bersamaan dengan provinsi lainnya. Dengan adanya peristiwa dari perjuangan yang di lakukan ini tentunya sangat penting dengan mengetahui tentang dan sejarah provinsi sumatera selatan untuk makin mengenal tempat tinggal kita bersama.

Seni & Budaya

Kesenian Sumatera Selatan

Seni dan Budaya Sumatera Selatan sebagai tempat bertemunya berbagai kebudayaan pada masa lampau menyebabkan terjadinya percampuran antar budaya khususnya budaya Sumatera dan Jawa. Berikut kesenian yang terdapat di Sumatera Selatan:

  • Kesenian Dul Muluk (pentas drama tradisional khas Palembang)
  • Tari-tarian seperti Gending Sriwijaya yang digunakan sebagai tarian penyambutan tamu-tamu besar, dan tari Tanggai yang diperagakan dalam resepsi pernikahan.
  • Lagu Daerah seperti Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut, dan Ribang Kemambang Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain "Festival Sriwijaya" setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu Hias merayakan Hari Kemerdekaan, serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan, dan Tahun Baru Masehi.

Budaya Sumatera Selatan

Penduduk asli umumnya menggunakan bahasa Palembang sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Selain penduduk asli, di Palembang terdapat pula warga pendatang dan warga keturunan, seperti dari Jawa, Minangkabau, Madura, Bugis dan Banjar . Warga keturunan yang banyak tinggal di Palembang adalah Tionghoa, Arab dan India. Kota Palembang memiliki beberapa wilayah yang menjadi ciri khas dari suatu komunitas seperti Kampung Kapitan yang merupakan wilayah Komunitas Tionghoa serta Kampung Al Munawwar, Kampung Assegaf, Kampung Al Habsyi, Kuto Batu, 19 Ilir Kampung Jamalullail dan Kampung Alawiyyin Sungai Bayas 10 Ilir yang merupakan wilayah Komunitas Arab. Agama mayoritas di Palembang adalah Islam. Di dalam catatan sejarahnya, Palembang pernah menerapkan undang-undang tertulis berlandaskan Syariat Islam, yang bersumber dari kitab Simbur Cahaya. Selain itu terdapat pula penganut Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Unfortunately there are no hotels at this location at the moment.

Explore Palembang 3D2N

Sumatera Selatan
Explore Palembang 3D2N Paket Explore Palembang 3D2N Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera More info
Book now