Bangka Belitung

Bangka Belitung

Sumber : YouTube

Pesona Wisata Kepulauan Bangka Belitung

Provinsi Bangka Belitung (disingkat Babel) adalah sebuah provinsi pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik. Total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Februari 2001. Setelah dilantiknya Pj. Gubernur yakni H. Amur Muchasim, SH (mantan Sekjen Depdagri) yang menandai dimulainya aktivitas roda pemerintahan provinsi.

Selat Bangka memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka, sedangkan Selat Gaspar memisahkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Cina Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata.

Jelajahi Pesona Wisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama jelajahpulau.com.

Rekomendasi Objek Wisata Provinsi Bangka Belitung

Provinsi Bangka Belitung terdapat banyak tempat wisata yang menarik untuk dieksplorasi, beberapa tempat wisata yang bisa dinikmati, yaitu :

  • Pantai Parai Tenggiri
  • Pulau Memperak
  • Pantai Tikus
  • Pantai Penyusuk
  • Pantai Matras
  • Pulau Lengkuas
  • Pulau Kepayang
  • Pulau Batu Berlayar
  • Wisma Ranggam Mentok

 

Ibukota PropinsiPangkal Pinang
Jumlah Pulau950 Pulau
Jumlah Penduduk1.280.751 Orang (DKCS 2016)

Makanan Khas

Makanan khas dari Bangka Belitung, khususnya Pulau Bangka, seperti halnya makanan khas lain di Indonesia, memiliki nilai - nilai budaya yang mengandung kearifan lokal dan harus dilestarikan. Karena wilayah dominan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah lautan, maka ciri khas utama makanan masyarakatnya berhubungan dengan hasil - hasil laut atau hasil olahan hasil laut, disamping hasil perkebunan yang ada. Jenis makanan tersebut antara lain adalah aneka makanan hasil laut yang diawetkan seperti Cumi kering, Ikan kering, Cacing laut atau Wak - wak kering, Udang kering, Siput Gung -gung, Teripang, Sirip Hiu, Rusip, Kecalok, Pekasem. Kemudian aneka makanan hasil olahan hasil laut seperti Keretek, Kempelang, Kericu, Kerupuk, Sambalingkung, Terasi, Otak - otak, Empek - empek, Lakso, Bergo dan Pantiau.

Disamping makanan khas bercirikan hasil laut terdapat pula aneka jenis peganan tradisional seperti Martabak Bangka atau Hok Lo Pan, Rintak sagu, Gandus, Kue Rangai, Kue Talam, Kue Bugis, Kue Jongkong dan Dodol khas yang disebut Lempok Cempedak atau Durian. Kemudian dikenal pula hasil alam berupa Madu Pahit dan Madu Manis asli dari Lebah hutan Pulau Bangka dengan rasa dan khasiat tersendiri, sangat baik untuk kesehatan.

Masakan khas tradisional yang terkenal adalah Lempah Kuning. Lempah ini merupakan makanan yang khas dan menjadi makanan utama dalam keluarga dan masyarakat, juga menjadi makanan dalam upacara adat dan keagamaan. Dalam tradisi masyarakat Pangkalpinang yang disebut Sepintu Sedulang, segala sesuatu dikerjakan secara bersama -sama, biasanya sebelum melakukan suatu pekerjaan atau hajatan besar atau setelah bekerja bersama, masakan Lempah Kuning adalah lauk pauk utama yang dimasak bersama dan dimakan bersama - sama.

Disamping itu disajikan juga Lempah Darat atau Lempah Bumbu Tiga (Terasi atau Belacan, Cabe Rawit dan Garam sebagai bumbu) dijadikan sebagai lauk pauk pelengkap. Dari bumbu yang digunakan dengan komposisi tiga bahan di atas menggambarkan bahwa masyarakat Bangka Belitung adalah masyarakat yang praktis serta tidak rumit, sangat menghargai waktu, hemat dan ekonomis. Untuk makanan pelengkap biasanya pada siang hari di hidangkan Kue Cacak untuk menghilangkan dahaga atau haus sebagai makanan ringan pendamping kopi dan teh.

Sejarah

Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari dua pulau besar yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil. Sebelum Kapitulasi Tutang Pulau Bangka dan Pulau Belitung merupakan daerah taklukan dari Kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan Mataram. Setelah itu, Bangka Belitung menjadi daerah jajahan Inggris dan kemudian dilaksanakan serah terima kepada pemerintah Belanda yang diadakan di Muntok pada tanggal 10 Desember 1816. Pada masa penjajahan Belanda, terjadilah perlawanan yang tiada henti-hentinya yang dilakukan oleh Depati Barin kemudian dilanjutkan oleh puteranya yang bernama Depati Amir dan berakhir dengan pengasingan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur oleh Pemerintahan Belanda. Selama masa penjajahan tersebut banyak sekali kekayaan yang berada di pulau ini diambil oleh penjajah.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditetapkan sebagai provinsi ke-31 oleh Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang No. 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Ibukota provinsi ini adalah Pangkalpinang.

Seni & Budaya

Kesenian Provinsi Bangka Belitung

Provinsi Bangka Belitung memiliki alat musik khas dan juga tarian tradisional yang menjadi kekayaan seni dan kebudayaan propinsi Bangka Belitung. Tari-tarian tradisional tersebut :

  • Gendang Melayu
  • Tari Tanggai
  • Tari Zapin
  • Tari Campak
  • Rebana
  • Rudat
  • Tari Bahtera Bertiang Tujuh
  • Sekapur Sirih

Budaya Provinsi Bangka Belitung

Penduduk Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang semula dihuni orang-orang suku laut, dalam perjalanan sejarah yang panjang membentuk proses kulturisasi dan akulturasi. Orang-orang laut itu sendiri berasal dari berbagai pulau. Orang laut dari Belitung berlayar dan menghuni pantai-pantai di Malaka. Sementara mereka yang sudah berasimilasi menyebar ke seluruh Tanah Semenanjung dan pulau-pulau di Riau. Kemudian kembali dan menempati lagi Pulau Bangka dan Belitung. Sedangkan mereka yang tinggal di Riau Kepulauan berlayar ke Bangka. Datang juga kelompok-kelompok Orang Laut dari Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Pada gelombang berikutnya, ketika mulai dikenal adanya Suku Bugis, mereka datang dan menetap di Bangka, Belitung dan Riau. Lalu datang pula orang dari Johor, Siantan yang Melayu, campuran Melayu-Cina, dan juga asli Cina, berbaur dalam proses akulturasi dan kulturisasi. Kemudian datang pula orang-orang Minangkabau, Jawa, Banjar, Kepulauan Bawean, Aceh dan beberapa suku lain yang sudah lebih dulu melebur. Lalu jadilah suatu generasi baru: Orang Melayu Bangka Belitung.

Bahasa yang paling dominan digunakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah Bahasa Melayu yang juga disebut sebagai bahasa daerah, namun seiring dengan keanekaragaman suku bangsa, bahasa lain yang digunakan antara lain bahasa Mandarin dan bahasa Jawa.

Unfortunately there are no hotels at this location at the moment.

Explore Belitung 4D3N

Bangka Belitung
Explore Belitung 4D3N Paket Explore Belitung 4D3N berada di lepas pantai timur Sumatera, diapit oleh More info
Book now

Explore Bangka 3D2N

Bangka Belitung
Explore Bangka 3D2N Paket Explore Bangka 3D2N Keindahan tempat wisata di Bangka terletak pada pesona More info
Book now

Explore Belitung 3D2N

Bangka Belitung
Explore Belitung 3D2N Paket Explore Belitung 3D2N berada di lepas pantai timur Sumatera, diapit oleh More info
Book now