Aceh

Aceh

Sumber : YouTube

Pesona Wisata Aceh

Adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh. Jumlah penduduk provinsi ini sekitar 5.000.000 jiwa. Letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman. Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera Utara di sebelah tenggara dan selatan.

Agama Islam adalah agama yang paling mendominasi di Aceh oleh karena itu Aceh mendapat julukan ”Serambi Mekah”. Dari struktur masyarakat Aceh dikenal gampong, mukim, nanggroe dan sebagainya. Tetapi pada saat-saat sekarang ini upacara ceremonial yang besar-besaran hanya sebagai simbol sehingga inti dari upacara tersebut tidak tercapai. Pergeseran nilai kebudayaan tersebut terjadi karena penjajahan dan faktor lainnya.

Berada didaratan yang paling dekat dengan episentrum gempa bumi Samudra Hindia 2004, Aceh sempat dilanda bencana gelombang tsunami dan menerjang sebagian besar pesisir barat provinsi ini. Sekitar 240.000 orang tewas atau hilang akibat bencana tersebut. Namun Aceh kini sudah mulai pulih dan menjadi salah satu destinasi favorit di Indonesia. Aceh yang juga terkenal dengan sebutan Serambi Mekkah ini, memiliki segudang potensi wisata yang luar biasa.

Jelajahi Pesona Wisata Aceh bersama jelajahpulau.com.

Rekomendasi Objek Wisata

  • Masjid Raya Baiturrahman
  • Museum Aceh
  • Kuburan Kerkhoff
  • Pulau Sabang
  • Pulau We
  • Pulau Rubiah
  • Pantai Lhok Nga
  • Pantai Ulee Lheue
  • Pantai Lampuuk
  • Museum Tsunami Aceh
  • PLTD Apung

 

Ibukota PropinsiBanda Aceh
Jumlah Pulau663 Pulau.
Jumlah Penduduk5.066.831 (DKCS 2016)

Makanan Khas

Aceh mempunyai aneka jenis makanan yang khas. Antara lain timphan, gulai bebek, kari kambing yang lezat, Gulai Pliek U dan meuseukat yang langka. Di samping itu emping melinjo asal kabupaten Pidie yang terkenal gurih, dodol Sabang yang dibuat dengan aneka rasa, ketan durian (boh drien ngon bu leukat), serta bolu manis asal Peukan Bada, Aceh Besar juga bisa jadi andalan bagi Aceh. Di Pidie Jaya terkenal dengan kue khas Meureudu yaitu adèe. Sedangkan di kabupaten Aceh Utara lazim kita temukan kuliner khas lainnya yaitu martabak durian yang lezat. Kuliner Bireuen yang paling terkenal adalah sate matang yang merupakan sate daging sapi atau kambing yang dibakar yang pada awalnya berasal dari kota Matang Glumpang Dua.

Makanan khas Kota Langsa yang sangat terkenal hingga ke seluruh Indonesia adalah Sop Sumsum yaitu berupa sop tulang daging sapi yang berisi sumsum di dalam tulangnya dan tulang daging sapi tersebut telah dipotong untuk dapat dinikmati sumsumnya menggunakan sedotan atau menuangnya langsung ke atas piring. Sop Sumsum tulang daging sapi ini disajikan panas dengan potongan-potongan daging sapi yang diracik dengan sangat gurih dan lezat menggunakan racikan bumbu khas Aceh.

Sementara kuliner khas Aceh yang juga sangat terkenal bahkan hingga ke mancanegara adalah Mie Aceh, sejenis mie kuning basah yang diracik dengan bumbu khas nan pedas.


Sejarah

Aceh (bahasa Belanda: Atchin atau Acheh, bahasa Inggris: Achin, bahasa Perancis: Achen atau Acheh, bahasa Arab: Asyi, bahasa Portugis: Achen atau Achem, bahasa Tionghoa: A-tsi atau Ache) yang sekarang dikenal sebagai provinsi Nanggröe Aceh Darussalam memiliki akar budaya bahasa dari keluarga bahasa Monk Khmer proto bahasa Melayu dengan pembagian daerah bahasa lain seperti bagian selatan menggunakan bahasa Aneuk Jame sedangkan bagian Tengah, Tenggara, dan Timur menggunakan bahasa Gayo untuk bagian tenggara menggunakan bahasa Alas seterusnya bagian timur lebih ke timur lagi menggunakan bahasa Tamiang demikian dengan kelompok etnis Klut yang berada bagian selatan menggunakan bahasa Klut sedangkan di Simeulue menggunakan bahasa Simeulue akan tetapi masing-masing bahasa setempat tersebut dapat dibagi pula menjadi dialek.

Bahasa Aceh, misalnya, adalah berbicara dengan sedikit perbedaan di Aceh Besar, di Pidie, dan di Aceh Utara. Demikian pula, dalam bahasa Gayo ada Gayo Lut, Gayo Deret, dan dialek Gayo Lues dan kelompok etnis lainnya Singkil yang berada bagian tenggara (Tanoh Alas) menggunakan bahasa Singkil. sumber sejarah lainnya dapat diperoleh antara lain seperti dari hikayat Aceh, hikayat rajah Aceh dan hikayat prang sabii yang berasal dari sejarah narasi yang kemudian umumnya ditulis dalam naskah-naskah aksara Jawi (Jawoe). Namun sebagaimana kelemahan dari sejarah narasi yang berdasarkan pinutur ternyata menurut Prof. Ibrahim Alfian bahwa naskah Hikayat Perang Sabil mempunyai banyak versi dan satu dengan yang lain terdapat perbedaan demikian pula dengan naskah Hikayat Perang Sabil versi tahun 1710 yang berada di perpustakaan Universitas Leiden di negeri Belanda.

Untuk informasi lebih lengkap tentang sejarah aceh, silahkan kunjungi https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Aceh


Seni & Budaya

Kesenian Aceh

Corak kesenian Aceh memang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam, namun telah diolah dan disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang berlaku. Seni tari yang terkenal dari Aceh antara lain seudati, seudati inong, dan seudati tunang. Seni lain yang dikembangkan adalah seni kaligrafi Arab, seperti yang banyak terlihat pada berbagai ukiran mesjid, rumah adat, alat upacara, perhiasan, dan sebagainnya. Selain itu berkembang seni sastra dalam bentuk hikayat yang bernafaskan Islam, seperti Hikayat Perang Sabil.

Bentuk-bentuk kesenian Aneuk Jamee berasal dari dua budaya yang berasimilasi.. Orang Aneuk Jamee mengenal kesenian seudati, dabus (dabuih), dan ratoh yang memadukan unsur tari, musik, dan seni suara. Selain itu dikenal kaba, yaitu seni bercerita tentang seorang tokoh yang dibumbui dengan dongeng.

Suatu unsur budaya yang tidak pernah lesu di kalangan masyarakat Gayo adalah kesenian, yang hampir tidak pernah mengalami kemandekan bahkan cenderung berkembang. Bentuk kesenian Gayo yang terkenal, antara lain tan saman dan seni teater yang disebut didong. Selain untuk hiburan dan rekreasi, bentuk-bentuk kesenian ini mempunyai fungsi ritual, pendidikan, penerangan, sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan keseimbangan dan struktur sosial masyarakat. Di samping itu ada pula bentuk kesenian bines, guru didong, dan melengkap (seni berpidato berdasarkan adat), yang juga tidak terlupakan dari masa ke masa.

Budaya Aceh

merupakan kumpulan budaya dari berbagai suku di Aceh, Indonesia. Provinsi Aceh terdiri atas 11 suku, yaitu:  
  • Suku Aceh (76% dari populasi provinsi aceh sensus tahun 2010)
  • Suku Tamiang (Kabupaten Aceh Tamiang sekitar 35%).
  • Suku Alas, Suku Haloban (Kabupaten Aceh Tenggara).
  • Suku Singkil (Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam sekitar 40%)
  • Suku Aneuk Jamee dan Suku Kluet (Kabupaten Aceh Selatan sekitar 35%).
  • Suku Gayo (Kabupaten Aceh Tengah 20%, Kabupaten Bener Meriah 20% dan Kabupaten gayo Lues sekitar 40%)
  • Suku Simeulue, Suku Devayan, Suku Sigulai (di Kabupaten Simeulue)
Masing-masing suku mempunyai budaya, bahasa dan pola pikir masing-masing.
Bahasa yang umum digunakan adalah Bahasa Aceh (76%) selain Bahasa Indonesia.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Aceh

Lodge Valeria

Forest lane 93
Price per night from Rp. 1850000
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring whi More info
Book now

Iboih Inn

Price per night from Rp. 1850000
A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of springMore info
Book now

Pulau Banyak Singkil 4D3N

Aceh
Pulau Banyak Singkil 4D3N Paket Pulau Banyak Singkil 4D3N selain memiliki laut yang cukup luas juga More info
Book now

Aceh Tsunami Tour 4D3N

Aceh
Aceh Tsunami Tour 4D3N Paket wisata Aceh Tsunami Tour 4D3N akan membawa anda  menjelajahi kemegahan More info
Book now

Sabang - Banda Aceh 3D2N

Aceh
Price per person from Rp. 2000000
Sabang – Banda Aceh 3D2N Paket wisata Sabang – Banda Aceh 3D2N akan membawa anda menikma More info
Book now