Papua Barat

Papua Barat

Pesona Wisata Papua Barat

Papua Barat adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di ujung barat Pulau Papua. Ibu Kotanya adalah Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat dan Papua merupakan provinsi yang memperoleh status otonomi khusus.

Provinsi Papua Barat ini meski telah dijadikan provinsi tersendiri, namun tetap mendapat perlakuan khusus sebagaimana provinsi induknya. Provinsi ini juga telah mempunyai KPUD sendiri dan menyelenggarakan pemilu untuk pertama kalinya pada tanggal 5 April 2004.

Wilayah Provinsi Papua Barat mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan – kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian barat berbatasan dengan provinsi Maluku Utara dan provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, selatan dengan Laut Seram dan tenggara berbatasan dengan provinsi Papua. Batas Papua Barat hampir sama dengan batas Afdeling (“bagian”) West Nieuw-Guinea (“Guinea Baru Barat”) pada masa Hindia Belanda. Provinsi ini dibagi dalam beberapa kabupaten dan Kota.

Provinsi Papua Barat mempunyai potensi yang luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata. Mutiara dan rumput laut dihasilkan di kabupaten Raja Ampat sedangkan satu-satunya industri tradisional tenun ikat yang disebut kain Timor dihasilkan di kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum dapat diperoleh di kabupaten Fak – Fak serta beragam potensi lainnya. Selain itu wisata alam juga menjadi salah satu andalan Irian Jaya Barat, seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di kabupaten Teluk Wondama.

Jelajahi Pesona Wisata Maluku Utara bersama jelajahpulau.com.

Rekomendasi Objek Wisata

  • Situs Purbakala Tapurarang
  • Wisata Bahari
  • Taman Nasional Teluk Cenderawasih
  • Pantai Pasir Putih Yen Bebay
  • Cagar Alam Pegunungan Wondiwoy
  • Hutan Wisata Gunung Meja
  • Pantai Bakaro
  • Pantai Maruni
  • Raja Ampat

 

Ibukota PropinsiManokwari
Jumlah Pulau2.486 Pulau
Jumlah Penduduk1.059.409 Orang (DKCS 2016)

Makanan Khas

Kuliner khas Papua Barat mempunyai aneka makanan yang terbuat dari olahan laut dan sagu yang melimpah, hal ini tidak mengherankan karena nelayan salah satu pekerjaan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Papua Barat. Masakan Papua Barat dengan olahan laut memiliki keunikan dan ikan yang hanya bisa ditemukan di Provinsi Papua Barat, beberapa jenis makanan tersebut : Ikan Bakar, Manokwari Ikan Bungkus Khas Papua, Aunuve Habre, Udang Selingkuh, dll. Makanan pokok masyarakat Papua Barat bukan nasi melainkan sagu yang disebut papeda, hal ini karena pohon sagu banyak ditemukan pada Provinsi Papua Barat. Selain olahan ikan banyak juga olahan dari sagu dan bahan lain yang bisa ditemukan di Papua Barat, beberapa jenis makanan tersebut : Martabak Sagu, Aunu Sanebre, Kue Lontar, Kue Sagu Bagea dan Sate Ulat Sagu

Sejarah

Provinsi Papua Barat awalnya bernama Irian Jaya Barat, berdiri atas dasar Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 tentang pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat, Provinsi Irian Jaya Tengah, Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong. Berdirinya Provinsi Papua Barat juga mendapat dukungan dari Surat Keputusan DPRD Provinsi Papua Nomor 10 Tahun 1999 tentang pemekaran Provinsi Papua menjadi tiga provinsi.

Setelah dipromulgasikan pada tanggal 1 Oktober 1999 oleh Presiden B.J. Habibie, rencana pemekaran Provinsi Papua menjadi tiga provinsi ditolak warga Papua di Jayapura dengan mengadakan demonstrasi akbar pada tanggal 14 Oktober 1999. Sejak saat itu pemekaran provinsi ditangguhkan, sementara pemekaran kabupaten tetap dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Pada tahun 2002, atas permintaan masyarakat Irian Jaya Barat yang diwakili Tim 315, pemekaran Irian Jaya Barat kembali diaktifkan berdasarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2003 yang dikeluarkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 27 Januari 2003. Sejak saat itu, Provinsi Irian Jaya Barat perlahan membentuk dirinya menjadi sebuah provinsi yang definitif. Dalam perjalanannya, Provinsi Irian Jaya Barat mendapat tekanan keras dari induknya Provinsi Papua hingga ke Mahkamah Konstitusi melalui uji materiil. Mahkamah Konstitusi akhirnya membatalkan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 yang menjadi payung hukum Provinsi Irian Jaya Barat. Namun Provinsi Irian Jaya Barat tetap diakui keberadaannya.

Provinsi Irian Jaya Barat terus membenahi diri dengan terus melengkapi sistem pemerintahannya, walaupun di sisi lain dasar hukum pembentukan provinsi ini telah dibatalkan. Setelah memiliki wilayah yang jelas, penduduk, aparatur pemerintahan, anggaran, anggota DPRD, akhirnya Provinsi Irian Jaya Barat menjadi penuh ketika memiliki gubernur dan wakil gurbernur definitif Abraham Octavianus Atururi (Brigjen Marinir Purn.) dan Drs. Rahimin Katjong, M.Ed yang dilantik pada tanggal 26 Juli 2006. Sejak saat itu, pertentangan selama lebih dari 6 tahun sejak Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999 dikumandangkan dan pertentangan sengit selama 3 tahun sejak Inpres Nomor 1 Tahun 2003 dikeluarkan berakhir dan Provinsi Irian Jaya Barat mulai membangun dirinya secara sah. Dan sejak tanggal 6 Februari 2007 Provinsi Irian Jaya Barat berubah nama menjadi Provinsi Papua Barat.

Seni & Budaya

Kesenian Papua Barat

Papua Barat memiliki banyak tarian tradisional yang digunakan untuk kemeriahan suatu acara, upacara atau penyambutan. Beberapa tarian tradisional tersebut :

Tari Perang

merupakan tari yang melambangkan kegagahan dan kepahlawanan masyarakat Papua.

Tari Suanggi

merupakan tari yang mengisahkan seorang istri yang mati akibat korban angi-angi (jejadian).

Selain tarian, Papua Barat mempunyai Alat Musik Tradisional, yaitu Tifa

Alat musik Tifa merupakan alat musik tradisional yang berasal dari daerah maluku serta papua. Bentuknya alat musik Tifa mirip gendang dan cara memainkannya Tifa adalah dengan cara dipukul. Alat musik Tifa terbuat dari bahan sebatang kayu yang isinya sudah dikosongkan serta pada salah satu ujungnya ditutup dengan menggunakan kulit hewan rusa yang terlebih dulu dikeringkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Alat musik ini sering di mainkan sebagai istrumen musik tradisional dan sering juga dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional.

Budaya Papua Barat

Papua Barat memiliki beragam kebudayaan, diantaranya :

a. Rumah Adat

Rumah adat Papua Barat yang diberi nama Rumah Kaki Seribu ini berada di TMII kawasan anjungan Papua Barat. Rumah ini dibangun sebagai tempat memeragakan dan memamerkan berbagai peninggalan budayanya seperti peralatan alat musik, pakaian adat, kerajinan tangan yg terdapat di Papua Barat dan lain sebagainya. Arsitektur bangunan ini bercorak Manokrawi. rumah adat ini merupakan rumah panggung yang memiliki banyak tiang sebagai penopangnya.

b. Pakaian Adat

Pakaian adat di wilayah Papua Barat bernama pakaian adat Serui. Tidak jauh berbeda dengan pakaian adat yang ada di Papua, bentuk pakaiannya hampir sama baik pria dan wanita. Model penutup badan bagian bawah serta bajunya sama. Mereka memakai baju dan penutup badan bagian bawah dengan bentuk yang sama. Hiasan didada dan kepala juga mereka kenakan berupa kalung, gelang, hiasan burung cendrawasih pada bagian kepala daln lain sebagainya. Merupakan ciptaan baru yang tergambar pada bentuk pakaiannya.

Villa Jasmine

Street name 312
Price per night from Rp. 3550000
One morning, when Gregor Samsa woke from troubled dreams, he found himself transformed in his bed in More info
Book now

Raja Ampat Tour 4D3N

Papua Barat
Raja Ampat Tour 4D3N Paket wisata Raja Ampat Tour 4D3N akan membawa anda menjelajahi keindahan peman More info
Book now