Maluku

Maluku

Pesona Wisata Maluku

Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas adalah provinsi yang ada di Indonesia. Lintasan sejarah Maluku telah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan besar di Timur Tengah seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Firaun. Bukti bahwa sejarah Maluku adalah yang tertua di Indonesia adalah catatan tablet tanah liat yang ditemukan di Persia, Mesopotamia, dan Mesir menyebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam berupa cengkeh, emas dan mutiara, daerah itu tak lain dan tak bukan adalah tanah Maluku yang memang merupakan sentra penghasil Pala, Fuli, Cengkeh dan Mutiara. Pala dan Fuli dengan mudah didapat dari Banda Kepulauan, Cengkeh dengan mudah ditemui di negeri-negeri di Ambon, Pulau-Pulau Lease (Saparua, Haruku & Nusa laut) dan Nusa Ina serta Mutiara dihasilkan dalam jumlah yang cukup besar di Kota Dobo, Kepulauan Aru.

Ibu kota Maluku adalah Ambon yang bergelar atau memiliki julukan sebagai Ambon Manise, kota Ambon berdiri di bagian selatan dari Pulau Ambon yaitu di jazirah Leitimur. Ada wacana bahwa Kota Ambon Manise sudah semakin padat, sumpek, dan tidak lagi layak untuk menampung jumlah penduduk yang dari tahun ke tahun meningkat tajam yang merupakan ibu kota Provinsi akan menjadi kota biasa karena ibu kota direncanakan pindah ke negeri Makariki di Kabupaten Maluku Tengah.

Bahasa yang digunakan di Provinsi Maluku adalah Bahasa Ambon, yang merupakan salah satu dari rumpun bahasa Melayu timur yang dikenal sebagai bahasa dagang atau trade language. Bahasa yang dipakai di Maluku terkhusus di Ambon sedikit banyak telah dipengaruhi oleh bahasa-bahasa asing, bahasa-bahasa bangsa penjelajah yang pernah mendatangi, menyambangi, bahkan menduduki dan menjajah negeri/tanah Maluku pada masa lampau. Bangsa-bangsa itu ialah bangsa Spanyol, Portugis, Arab, dan Belanda.

Mari Jelajahi Pesona Wisata Maluku bersama jelajahpulau.com.

Rekomendasi Objek Wisata

  • Pulau Kei
  • Pulau Seram
  • Nusa Pombo
  • Pantai Liang
  • Pantai Natsepa
  • Pantai Pintu Kota
  • Pemandian Air Panas Negeri Tulehu
  • Museum Siwalima
  • Pantai Ora

 

Ibukota PropinsiAmbon
Jumlah Pulau1.422 Pulau
Jumlah Penduduk1.800.210 Orang (DKCS 2016)

Makanan Khas

Kuliner khas Maluku mempunyai aneka makanan yang terbuat dari olahan laut yang melimpah, hal ini tidak mengherankan karena Maluku terletak didaerah kepulauan. Banyak masakan Maluku yang berbahan dasar ikan yang didapat dari lautan Maluku, beberapa jenis makanan tersebut : ikan kuah kuning, colo-colo, gohu ikan, dll. Makanan pokok masyarakat Maluku bukan nasi melainkan sagu, biasanya mereka membuat papeda sebagai pengganti nasi yang tidak kalah nikmatnya dari nasi, hal ini tidak jauh berbeda dengan masyarakat papua dikarenakan pohon sagu banyak ditemukan pada Provinsi Maluku. Dalam masakan Maluku bumbu yang sering digunakan adalah kunyit, kemiri, belimbing wuluh, asam mawe, bawang merah, dll. Masyarakat Maluku sejak dahulu terkenal akan hasil perkebunannya, hasil utama dari perkebunannya adalah cengkih, pala, cokelat, dll. Hasil perkebunan itu telah dikenal sejak dahulu pada zaman VOC.

Sejarah

Maluku merupakan salah satu propinsi tertua dalam sejarah Indonesia merdeka, dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam yang berlimpah. Secara historis kepulauan Maluku terdiri dari kerajaan-kerajaan Islam yang menguasai pulau-pulau tersebut. Oleh karena itu, diberi nama Maluku yang berasal dari kata Al Mulk yang berarti Tanah Raja-Raja. Daerah ini dinyatakan sebagai propinsi bersama tujuh daerah lainnya; Kalimantan, Sunda Kecil, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera – hanya dua hari setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun secara resmi pembentukan Maluku sebagai propinsi daerah tingkat I RI baru terjadi 12 tahun kemudian, berdasarkan Undang Undang Darurat Nomor 22 tahun 1957 yang kemudian diganti dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 1958.

Maluku adalah salah satu provinsi yang cukup tua yang ada di Indonesia. Di Maluku sendiri berdasarkan sejarah yang ada di sini banyak sekali kerajaan Islam yang menjadi penguasa di daerah ini. dengan adanya kerajaan Islam ini tentunya memberikan banyak hal positif yang membuat masyarakat di masanya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Al Mulk adalah asal usul dari nama daerah ini yang memiliki arti sebagai Tanah Raja- Raja sebagai daerah yang memiliki banyak kerajaan Islam.

Bangsa Eropa pertama yang menemukan Maluku adalah Portugis, pada tahun 1512. Pada waktu itu 2 armada Portugis, masing-masing dibawah pimpinan Anthony d'Abreu dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah mereka menjalin persahabatan dengan penduduk dan raja-raja setempat - seperti dengan Kerajaan Ternate di pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli, begitupula Negeri Hitu lama, dan Mamala di Pulau Ambon.

Namun, dengan kondisi Indonesia yang masih hanya berupa pulau saja, membuat banyak hal yang tentunya masih terlihat menguasai satu sama lainnya. Kondisi ini tidak beratahan lama karena dengan datangnya penjajah yang datang seperti portugus, belanda dan jepang membuat banyak perubahan yang terjadi di sini. dengan ketenaran rempah- rempahnya membuat para penajah ini ingin mendaptkan beragam rempah- rempah yang ada. apa lagi di sini menjadi pusat perdagangan dengan datangnya bangsa Cina, Arab, dan negara- negara di Eropa.

Portugis adalah penjajah pertama yang datang tahun 1512 dengan di pimpin oleh Anthony d’Abreu dan Fransisco Serau. Dengan kepintaran yang di lakukan akhirnya bangsa portugis melakukan hubungan persahabatan dengan kerajaan di Ternate. Namun hubungan yang di lakukan ini tidaklama karena dengan sistem monopoli sekaligus menerapkan agama kristen. Setalh itu, datanglah Francis Xavier pada 14 feburuari 1546 untuk melakukan penyebaran agama, apa lagi pada tahun 1570 persahabatan yang di lakukan oleh portugis dan kerajaan Ternate berakhir dan menimbulkan peperangan selama 5 tahun dan akhirnya bangsa Portugis pergi. Setelah itu, datanglah pemerintahan dari Belanda pada tahun 1605 secara paksa, lalu kekuasaan ini mencapai sampai perang dunia ke II. Namun, secara singkat kekuasaan ini di kuasai oleh Jepang.

Namun, setelah masa kemerdekaannya, Maluku kemudian di nyatakan sebagai provinsi di Indonesia pada tahun 1949. Selanjutnya pembentukan Maluku sebagai propinsi daerah tingkat I RI baru terjadi 12 tahun kemudian, berdasarkan Undang Undang Darurat Nomor 22 tahun 1957 yang kemudian diganti dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 1958.

Seni & Budaya

Kesenian Maluku

Maluku memiliki banyak tarian tradisional yang digunakan untuk kemeriahan suatu acara, upacara atau penyambutan. Beberapa tarian tradisional tersebut :

Tari Cakalele

adalah tari perang yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.

Tari Cakaola

merupakan jenis tari pergaulan yang digarap berdasarkan unsur unsur gerak tari tradisional Orlapei dan Saureka reka. Tari ini biasannya ditarikan untuk memeriahkan pesta pesta atau dipertunjukkan dalam rangka manjamu tamu tamu terhormat.

Tari Molulo

Adalah tarian yang indah danriang dari pergaulan muda mudi Sulawesi Tenggara.

Selain tarian, Maluku mempunyai Senjata Tradisional, yaitu Parang Salawaku

terbuat dari bahan besi yang keras dan ditempa oleh seorang pandai besi khusus. Tangkai parang terbuat dari kayu keras, seperti kayu besi atau kayu gupasa. Sedangkan Salawaku (perisainya) terbuat dari kayu yang keras pula. Selain untuk keperluan perang, parang salawaku dipakai pula dalam menarika tari Cakalele.

Budaya Maluku

Maluku memiliki beragam kebudayaan, diantaranya :

a. Rumah Adat

Rumah adat Maluku dinamakan Baileo. Baileo dipakai untuk tempat pertemuan, musyawarah dan upacara adat yang disebut Saniri Negeri. Rumah tersebut merupakan panggung dan dikelilingi oleh serambi. Atapnya besar dan tinggi terbuat dari daun rumbia, sedangkan dindingnya dari tangkai rumbai yang disebut.

b. Pakaian Adat

Prianya memakai pakaian adat berupa setelann jas berwarna merah dan hitam, baju dalam yang berenda dan ikat pinggang. Sedangkan wanitanya memakai baju Cele, semacam kebaya pendek, dan berkain yang disuji. Perhiasannya berupa anting anting, kalung dan cincin. Pakaian ini berdasarkan adat Ambon.

Unfortunately there are no hotels at this location at the moment.

Pantai Ora 4D3N

Maluku
Pantai Ora 4D3N Paket Pantai Ora 4D3N Maluku menyimpan berbagai macam tempat wisata yang memiliki p More info
Book now

Kepulauan Kei 5D4N

Maluku
Kepulauan Kei 5D4N/h2> Paket Kepulauan Kei 5D4N Menjejakkan kaki di pantai Kepulauan Kei akan menjad More info
Book now

Kepulauan Kei 4D3N

Maluku
Kepulauan Kei 4D3N/h2> Paket Kepulauan Kei 4D3N Menjejakkan kaki di pantai Kepulauan Kei akan menjad More info
Book now