Kalimantan Utara

Kalimantan Utara

Pesona Wisata Kalimantan Utara

Provinsi Kalimantan Utara atau yang disingkat menjadi Kaltara , merupakan pemekaran wilayah dari Provinsi Kalimantan Timur. Provinsi yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan ini, merupakan Provinsi termuda di Indonesia yang resmi disahkan menjadi provinsi dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tanggal 25 Desember 2012, berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2012.

Kalimantan utara memiliki 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan. Selain itu provinsi Kaltara juga kaya akan suku bangsa, diantaranya suku Burusu, Dayak Agabag, Dayak Kenyah, Dayak Tingalan, Suluk dan Tidung.

Provinsi Kaltara berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. Provinsi yang beribu kotakan Tanjung Selor

Mari Jelajahi Pesona Wisata Kalimantan Utara bersama jelajahpulau.com.

Rekomendasi Objek Wisata

  • Long Bawan
  • Persemaian Inhutani
  • Hutan Lindung Sungai Sesayap
  • Pantai Batu Lamapu
  • Pantai Tanah Kuning
  • Pantai Amal
  • Penangkaran Buaya Juwata
  • Wisata Alam Semolon
  • Pantai Tanah Kuning

 

Ibukota PropinsiTanjung Selor
Jumlah Pulau161 Pulau
Jumlah Penduduk585.289 Orang (DKCS 2016)

Makanan Khas

Kuliner Kalimantan Utara utamanya menggunakan seafood sebagai olahan makanan. Kuliner Kalimantan Utara aneka keragaman kuliner seafood khas yang cukup dikenal dan menarik untuk dicoba. Beberapa kuliner yang ada di Kalimantan Utara yaitu, Kepiting Soka, Tumis Kapah, Tudai, Sate Ikan Pari, Ikan Asin Richa, Sate Temburung dan Kapah. Mempunyai cita rasa yang lezat dan banyak kandungan gizi yang luar biasa, kenikmatan kuliner Kalimantan Utara menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang hadir, tidak lupa kepiting soka menjadi primadona dikalangan para pecinta kuliner, rasanya yang lezat dan makanan yang rendah lemak, sumber mineral, tinggi protein dan vitamin. Menjadi kepiting soka hal yang wajib dicoba saat berada di Kalimantan Utara.

Sejarah

Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara yang disingkat menjadi Kaltara, melalui proses panjang yang diwacanakan sejak tahun 2000. Provinsi Kaltara secara resmi terbentuk sejak ditandatanganinya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 16 November 2012 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

RUU pembentukan Provinsi Kalimantan Utara ini sebelumnya telah disetujui oleh Rapat Paripurna DPR pada 25 Oktober 2012 untuk disahkan menjadi undang-undang (UU). Sejak terbit UU No. 20 Tahun 2012 maka resmi terbentuk Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi ke 34 di Indonesia. Pada tanggal 22 April 2013 Penjabat Gubernur Kalimantan Utara yaitu Irianto Lambrie dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Jakarta.

Tujuan pembentukan provinsi ini adalah untuk mendorong peningkatan pelayanan dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, memperpendek rentang kendali (span of control) pemerintahan, terutama di kawasan perbatasan. Pemerintah Pusat berharap dengan adanya pemerintahan provinsi, permasalahan di perbatasan utara Kalimantan dapat langsung dikontrol dan dikendalikan oleh pemerintah pusat dan daerah. Diharapkan juga dengan adanya Provinsi Kaltara dapat meningkatkan perekonomian warga Kalimantan Utara yang berada di dekat perbatasan dengan negara-negara tetangga.

Pada saat dibentuknya, wilayah Kaltara terbagi 5 wilayah administrasi yang terdiri atas 1 kota dan 4 kabupaten yakni Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Seluruh wilayah tersebut sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan bunyi Pasal 7 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012, Kaltara beribukota Tanjung Selor yang berada di Kabupaten Bulungan.

Seni & Budaya

Kesenian Kalimantan Utara

Kalimantan Utara memiliki banyak tarian tradisional yang digunakan untuk kemeriahan suatu acara, upacara atau penyambutan. Beberapa tarian tradisional tersebut :

Tari Kancet Ledo

Sebuah Tarian Tradisional dari Suku Dayak Kenyah yang berasal dari Baram – Sarawak, Kalimantan Utara. Tarian ini mewakili kelembutan seorang gadis, bagaikan ayunan padi ketika angin berhembus.

Tari Tari Bangun

Tari Bangun merupakan tari magis dan sakral dan tujuannya untuk memanggil kekuatan alam sebagai media penyembuhan, biasanya diperuntukan untuk mengobati orang-orang sakit dimasa lampau, walaupun saat ini masih sering dimainkan, sifatnya sudah bergeser menjadi bagian dari seni tari murni walaupun nuansa magis dan sakral tetap bisa dirasakan. Tari Bangun memiliki setidaknya tiga bantuk yaitu: Ngala Bedua’ (dimaksud untuk mengambil semangat si sakit), Betujul (memberi makan sesuatu yang gaib) dan yang terakhir Persembahan.

Tari Kancet Ledo

Tari Kancet Ledo merupakan tarian daerah yang berasal dari Baram-Sarawak, Kalimantan Utara yaitu suku Dayak Kenyah. Gerakan tari ini menggambarkan kelembutan seorang gadis, seperti ketika angin berhembus yang mengayunkan padi. Pakaian yang dikenakan dalam tari ini menggunakan pakaian adat suku Dayak Kenyah dengan rangkaian buket sejumlah ekor burung enggang.

Selain tarian, Kalimantan Utara mempunyai alat musik tradisional, beberapa alat musik tradisional tersebut :

Babun

Alat musik berbentuk bulat dan terbuat dari kayu, setiap sisinya dilapisi dengan kulit kambing dan ada lubang ditengahnya. Biasanya dimainkan dengan cara dipukul.

Rebab

Jenis alat musik senar yang dinamakan demikian paling lambat dari abad ke-8 dan menyebar melalui jalur-jalur perdagangan Islam yang lebih banyak dari Afrika Utara, Timur Tengah, bagian dari Eropa, dan Timur Jauh. Beberapa varietas sering memiliki tangkai di bagian bawah agar rebab dapat bertumpu di tanah, dan dengan demikian disebut rebab tangkai di daerah tertentu, namun terdapat versi yang dipetik seperti kabuli rebab.

Budaya Kalimantan Utara

Kalimantan Utara memiliki beragam kebudayaan, diantaranya :

a. Rumah Adat

Rumah adat dari masyarakat Kalimantan Utara disebut Rumah Baloy. Rumah adat ini merupakan hasil kebudayaan seni arsitektur dari masyarakat suku Tidung, Kalimantan Utara. Seperti suku lainnya, suku Tidung ini mempunyai kebudayaan dan model rumah adat sendiri. Walaupun rumah adat ini masih menggunakan sejumlah tiang tinggi pada bagian bawahnya, bentuk bangunan rumah adat ini terlihat lebih modern dan modis. Diduga rumah adat ini adalah hasil pengembangan arsitektur Dayak dari Rumah Panjang (Rumah Lamin) seperti yang dihuni oleh suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur.

b. Pakaian Adat

Pakaian adat Kalimantan Utara tersirat sebuah kehidupan, baik itu ekosistem alam maupun ekosistem binatang, sungguh indah sekali corak corak khusus yang di bentuk dari sebuah pernak pernik. Pakaian adat suku dayat disebut dengan Bulang. Namun ada juga nama lain buat pakaian adat pria (sapaq) dan nama lain pakaian adat wanita (Ta a). Pakaian adat suku dayak ini biasa digunakan pada acara acara khusus.

Ada juga nama bagian dari pakaian adat dayak yaitu bulang kurung, modelnya terdiri dari sapk tangan (tidak ada lengan), kemudian dokot tangan (lengan pendek), dan langke (berlengan panjang). Biasanya dipakai oleh para dukun atau balien. Ada nama pakaian adat yang dimiliki Semua suku dayak yaitu bulang burai king.

Unfortunately there are no hotels at this location at the moment.

Unfortunately there are no self-catering offers at this location at the moment.

Unfortunately there are no tour offers at this location at the moment.