Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah

Pesona Wisata Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah propinsi dengan wilayah terluas nomor tiga di Indonesia ditandai dengan lahan yang membentang luas sejauh mata memandang yang sebagian besar ditutupi tumbuh-tumbuhan / vegetasi tropis yang amat beragam jenisnya. Infrastruktur perekonomian yang masih langka antara lain ditandai dengan jalan darat tersedia amat terbatas kapasitasnya. Penduduk yang tersebar dengan kerapatan yang amat rendah per kilometer persegi dalam wilayah yang amat luas hidup dengan tenang tanpa banyak terpengaruh derap perubahan global.

Sejak berdirinya propinsi ini pada tahun 1957, perubahan nyata yang amat dominan di daerah ini adalah pada lahan hutannya yang mengalami degradasi mutu hutan alam tropis yang semakin berkurang nilai komersialnya, nilai tambah dari eksploitasi hutan dan sumberdaya alam lainnya yang amat diharapkan dapat kembali dalam bentuk percepatan pembangunan segala bidang di daerah ini tidak secara alamiah terjadi. Pola ekonomi yang dominan dari proses investasi di daerah ini adalah pola “hit and run” dan “backwash effects” atau divestasi. Kualitas investasi yang masih semu ditandai dengan bahan mentah di bawa ke luar daerah ini dan nilai tambahnya sebagian kecil kembali melalui kebaikan hati pemerintah pusat dan sebagian lainnya tidak diketahui rimba dan manfaatnya.

Birokrasi dan masyarakatnya yang terbatas aksesnya di tingkat Nasional, hampir tidak dapat berperan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang dapat menstimulir peluang-peluang pembangunan daerah yang lebih luas dan berdampak ganda.

Kini propinsi dengan luas wilayah nomor tiga di Indonesia ini telah melalui berbagai periode pembangunan Nasional dan masyarakatnya di daerah terpencil tidak mengetahui dan sebagian dari mereka ada juga yang telah menjadi penonton yang setia terjadinya derap perubahan yang signifikan pada kawasan-kawasan lain di Indonesia.

Mari Jelajahi Pesona Wisata Kalimantan Tengah bersama jelajahpulau.com.

Rekomendasi Objek Wisata

  • Taman Nasional Tanjung Puting
  • Taman Nasional Bukit Raya
  • Arboretum Nyaru Menteng
  • Danau Tahai
  • Kota Air Muara Teweh
  • Pantai Ujung Pandaran
  • Rumah Adat Betang
  • Bukit Doa Karmel Tangkiling
  • Situs Batu Banama

 

Ibukota PropinsiPalangkaraya
Jumlah Pulau65 Pulau
Jumlah Penduduk2.446.262 Orang (DKCS 2016)

Makanan Khas

Kalimantan Tengah adalah sebuah provinsi dengan penduduk asli Suku Dayak. Budaya Dayak merupakan budaya yang sangat berbudi luhur serta juga eksotis dari mulai kesehariannya, wisata kulinernya yang paling terkenal dari sebuah provinsi yang beribukotakan Palangkaraya ini yaitu juhu umbut rotan, juhu umbut sawit dan juga kalumpe. Makanan - makanan tersebut adalah makanan asli khas orang Dayak yang berada di Kalimantan Tengah. Dengan bumbu rempah - rempah asli Indonesia dipastikan wisatawan yang mencoba akan menikmati sajian kuliner dari Kalimantan Tengan ini.

Sejarah

Awalnya, daerah Kalimantan Tengah terdiri dari tiga Kabupaten Otonom berasal dari eks Daerah Dayak Besar dan Swapraja Kotawaringin yang termasuk dalam wilayah Keresidenan Kalimantan Selatan. Ketiga Kabupaten otonom itu adalah Kabupaten Barito, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin. Ketiga daerah kabupaten otonom ini merupakan daerah daerah bawahan yang dibentuk berdasarkan hak-hak darurat yang dilakukan oleh Gubernur Kalimantan waktu itu, dengan Surat Keputusan nomor 186/OPB/92/14 tanggal 14 Agustus 1950 tentang pembentukan daerah otonom tingkat Kabupaten dan Kota. Surat keputusan ini kemudian dikukuhkan dengan undang-undang Darurat Nonaor 3 Tahun 1953. Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 kemudian dijadikan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 72 dan mulai berlaku serta disyahkan pada 26 Juni 1959.

Pemekaran daerah otonom Kabupaten dan Kota terjadi dalam masa propinsi Kalimantan Tengah menjadi daerah otonom. Kabupaten Barito dimekarkan menjadi Kabupaten Barito Utara dan Barito Selatan, sedangkan Kabupaten Kotawaringin dimekarkan menjadi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur. Sementara itu, daerah otonom kota diberikan kepada Palangka Raya sebagai ibukota Propinsi Kalimantan Tengah.

Propinsi Otonom Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957, Lembaran Negara Nomor 53 Tahun 1957 Tambahan Lembaran Negara Nomor 1284 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957. Undang undang ini kemudian disyahkan dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 Lembaran Negara Nomor 62 sekaligus pula menetapkan ibukota Propinsi Kalimantan Tengah bernama Palangka Raya. Peresmian pemancangan tiang pertama pembangunan kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden RI Pertama Ir. Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957.

Seni & Budaya

Kesenian Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah memiliki banyak tarian tradisional yang digunakan untuk kemeriahan suatu acara, upacara atau penyambutan. Beberapa tarian tradisional tersebut :

Tari Tambun dan Bungai

merupakan sebuah tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.

Tari Balean Dadas

merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.

Tari Sangkai Tingang

tari garapan yang memanfaatkan perbendaharaan gerak tari tradisi ini menggambarkan sikap sekelompok wanita dalam mencintai lingkungan hidupnya. Mereka berusaha dan berdoa agar burung enggang yang indah itu tetap dilindungi kelestariannya.

Selain tarian, Kalimantan Utara mempunyai senjata tradisional, beberapa alat musik tradisional tersebut :

Mandau

Mandau, dalam gambarannya. Bagian hulunya dihiasi ukiran burung tinggang, sejenis burung enggang. Menurut kepercayaan mereka, burung tinggang adalah penguasa seluruh alam. Senjata terkenal lainnya adalah lunjuk sumpit, randu (sejenis tombak) dan perisai.

Budaya Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah memiliki beragam kebudayaan, diantaranya :

a. Rumah Adat

Rumah adat Kalimantan Tengah dinamakan Rumah Betang, Bentuk rumahnya panjang, bawah kolongnya digunakan untuk pertenun dan menumbuk padi dan dihuni oleh lebih kurang 20 kepala keluarga.

Rumah terdiri dari 6 kamar antara lain untuk penyimpanan alat-alat perang, kamar untuk pendidikan gadis, tempat sesajian, tempat upacara adat dan agama, tempat penginapan dan ruang tamu. Pada kiri-kanan ujung atap dihiasi tombak sebagai penolak mara bahaya.

b. Pakaian Adat

Pakaian adatnya pria Kalimantan Tengah berupa kepala berhiasankan bulu-bulu enggang, rompi dan kain-kain yang menutup bagian bawah badan sebatas lutut. Sebuah tameng kayu hiasan yang khas bersama mandaunya berada di tangan. Perhiasan yang dipakai berupa kalung-kalung manik dan ikat pinggang.

Wanitanya memakai baju rompi dan kain (rok pendek), tutup kepala berhiaskan bulu-bulu enggang, kalung manik, ikat pinggang dan beberapa gelang tangan.

Unfortunately there are no hotels at this location at the moment.

Unfortunately there are no self-catering offers at this location at the moment.

Unfortunately there are no tour offers at this location at the moment.