Jawa Tengah

Jawa Tengah


Pesona Wisata Jawa Tengah

Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Ibu kotanya adalah Semarang. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 32.800,69 km², atau sekitar 28% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.

Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai “jantung” budaya Jawa. Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini.

Jelajahi Pesona Wisata Jawa Tengah bersama jelajahpulau.com.

Rekomendasi Objek Wisata

  • Lawang Sewu
  • Curug Pitu
  • Kawah Candradimuka
  • Kepulauan Karimunjawa
  • Komplek Candi Arjuna
  • Bledug Kuwu
  • Gardu Pandang Ketep
  • Pantai Marina
  • Dataran Tinggi Dieng

 

Ibukota PropinsiSemarang
Jumlah Pulau296 Pulau
Jumlah Penduduk35.002.697 Orang (DKCS 2016)

Makanan Khas

Jawa Tengah mempunyai aneka jenis makanan yang khas. Antara lain dawet ayu, buntil daun singkong, pencok lele, lumpia, tahu gimbal dan tiwul. Dengan citarasa masakan yang agak manis, dipastikan akan memanjakan lidah pengunjung. yang sedang memburu kuliner di Jawa Tengah

Jawa tengah juga terkenal dengan olahan makanan bahan dasar singkong, yaitu gethuk, rondo royal, dan gethuk goreng rasa makanan ini juga dengan rasa manis dengan gula jawa atau manis tapi dari rondo royal.

Sejarah

Jawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905, Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang, Pati, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu Pati Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.

Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan dibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.

Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Pati, Semarang, Banyumas, dan Kedu.

Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.

Seni & Budaya

Kesenian Jawa Tengah

Bentuk-bentuk kesenian Provinsi Jawa Tengah Memiliki banyak sekali keragaman. Itu karena banyaknya budaya yang masuk selama Jawa Tengah terbentuk sehingga kesenian pada Jawa Tengah memiliki banyak keanekaragaman. Berikut beberapa kesenian Jawa Tengah :

a. Batik

Batik tidak hanya terkenal di daerah Jawa Tengah saja tetapi juga di daerah lain di Indonesia pun memiliki balik masing-masing. Namun setiap daerah memiliki motif yang berbeda. Di Jawa Tengah mempunyai motif dasar yang relatif terikat pada pakem tertentu. Motif-motif ini mempunyai sifat simbolis dan berlatarkan kebudayaan Hindu-Jawa.

b. Wayang Kulit

Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.

c. Tari Serimpi

Jenis tarian tradisional Daerah Jawa Tengah. Tarian ini diperagakan oleh empat orang penari yang semuanya adalah wanita. Jumlah ini sesuai dengan arti kata serimpi yang berarti 4. Menurut Kanjeng Brongtodiningrat, komposisi empat penari sebagai simbol dari empat penjuru mata angin yakni Toya (air), Grama (api), Angin (udara) dan Bumi (tanah). Sedangkan nama peranannya adalah Batak, Gulu, Dhada dan Buncit yang melambangkan tiang Pendopo.

d. Gamelan Jawa

Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut)”Tombo Ati” adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.

Budaya Jawa Tengah

Kebudayaan Jawa Tengah sangat kental dengan Kebudayaan Jawa. Kebudayaan Jawa adalah kebudayaan tertua di Indonesia, bermula berasal dari kebudayaan nenek moyang yang bermukim di tepian Sungai Bengawan Solo. Di Museum Sangiran di Kabupaten Sragen terdapat fosil manusia Jawa yang merupakan saksi sejarah dan suatu kawasan budaya.

Jawa tengah mempunyai seni dan kebudayaan yang unik. Wayang dan batik adalah kesenian dari Jawa Tengah yang saat ini sudah di kenal dunia.

a. Rumah Adat

Rumah adat yang berasal dari Jawa Tengah disebut dengan Joglo. Joglo terbuat dari kayu, mempunyai nilai seni yg cukup tinggi, berdenah bujur sangkar dan mempunyai empat pokok tiang di tengah (saka). Joglo hanya dimiliki orang dari kalangan atas atau yang mampu. Rumah joglo guru, blandar bersusun yang yang dikenal dengan tumpangsari. Blandar tumpangsari bersusun ke atas semakin ke atas bentuknya semakin melebar.

b. Pakaian Adat

Pakaian adat atau pakaian tradisional Jawa Tengah untuk wanita adalah kebaya yang dilengkapi dengan kemben dan kain tapih pinjung lengkap dengan stagen. Untuk kalangan pria pakaian adat yang dipakai oleh kerabat keratin adalah beskap kembang atau motif, kepala memakai blankon (destar), kain samping jarik, stagen untuk mengikat kain samping serta keris dan cemila (alas kaki). Pakaian tersebut disebut dengan Jawi Jangkep (pakaian adat Jawa lengkap dengan keris).

Unfortunately there are no hotels at this location at the moment.

Pulau Karimunjawa 3D2N

Jawa Tengah
Price per person from Rp. 750000
Pulau Karimunjawa 3D2N Paket Pulau Karimunjawa 3D2N Karimunjawa merupakan objek wisata kepulauan yan More info
Book now