Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur

Portugis telah membuat kota ini memiliki peran penting karena sebelumnya NTT merupakan tempat yang terpencil dan jarang dikunjungi pendatang. Portugis juga yang telah memberi nama Pulau Timor dan Solor.

Pada abad ke-17, Belanda mencoba mengambil alih namun sedikit yang telah dilakukan di wilayah ini. Setelah berabad-abad, kehidupan alam liar di sini tidak berubah sehingga cocok untuk Anda yang menginginkan petualangan di tempat yang eksotik dan alami.

Di awal kemerdekaan Indonesia, kepulauan ini merupakan wilayah Provinsi Sunda Kecil. yang beribukota di kota Singaraja, kini terdiri atas 3 provinsi (berturut-turut dari barat): Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, di bagian barat pulau Timor.

Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor Barat (biasa dipanggil Timor).

Provinsi ini menempati bagian barat pulau Timor. Sementara bagian timur pulau tersebut adalah bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yaitu Timor Timur yang merdeka menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002.

Ibukota PropinsiKupang
Jumlah Pulau1.192 Pulau
Jumlah Penduduk5.260.253 Orang (DKCS 2016)

Makanan Khas

Kuliner Nusa Tenggara Timur utamanya menggunakan ikan sebagai olahan makanan karena kebanyakan profesi disana adalah nelayan. Mengunjungi daerah Nusa Tenggara Timur, kita bukan hanya menemukan tempat wisata yang menarik dan indah. Bahkan kawasan ini memiliki aneka keragaman kuliner khas yang cukup dikenal dan menarik untuk dicoba. Beberapa kuliner yang khas di Nusa Tenggara Timur yaitu, Daging Se'i, Sambal Lu'at, Jagung Bose, Catermak Jagung, Tumisan, Sambal Ikan Teri dan Ikan Kuah Belimbing. Mempunyai cita rasa khas dengan dominan rasa asam pedas yang meningkatkan kenikmatan wisatawan, tidak lupa banyak menu menggunakan bahan jagung putih yang membuat menu tersebut lebih lezat dari jagung kuning biasa.

Sejarah

Jauh sebelum nama Nusa Tenggara Timur tersebar, gugusan pulau-pulau di selatan Nusantara tersebut telah menjadi perhatian dunia. Harumnya aroma cendana dari Timor telah menerobos sampai Timur Tengah, Tiongkok, dan Eropa, dan berbagai penjuru bumi. Kekuatan aroma cendana tersebut menjadikan para pedagang dari Malaka, Gujarat, Jawa dan Makasar, Tiongkok melakukan pelayaran niaga untuk mencapai wilayah sumber cendana. Dan mereka melakukan kontak dagang secara langsung dengan raja-raja di Timor dan pulau-pulau sekitarnya, sang pemilik wilayah dan pemimpin rakyat.

Catatan sejarah dari Tiongkok, "manuskrip Dao Zhi", sejak tahun 1350 dinasti Sung sudah mengenal Timor dan pulau-pulau sekitar, dan salah satu pelabuhan terkenal di Timor adalah "Batumiao-Batumean Fatumean Tun Am", yang ramai dikunjungi kapal dari Makassar, Malaka, Jawa, Tiongkok dan kemudian Eropa seperti Spanyol, Britania, Portugis, Belanda.

Tahun 1510, Goa, India dikuasai Portugis, mereka melanjutkan eskpansinya dengan cara menguasai Malaka pada tahun 1511. Malaka dijadikan pusat perdagangan serta kekuasaan wilayah Nusantara. Setelah Portugis berhasil mencapai Maluku, Solor (Flores) pada tahun 1511, armada Ferdinand Magellan dengan dua kapal singgah di Alor dan Kupang, Pulau Timor. Dalam penyeberangan ke selat Pukuafu, kedua kapal ini diterjang badai, salah satu kapal hancur dan karam. Jangkar raksasa salah satu kapal ini masih bisa ditemui di pantai Rote. Satu lainnya berhasil lolos dari amukan ombak lalu melanjutkan perjalanan ke Sabu, kemudian ke Tanjung Harapan lalu kembali ke Spanyol

Ketika Belanda, dengan VOCnya, mencekram Nusantara, tahun 1614, mereka menempatkan Pdt. M van den Broeck di Kupang dan Rote, untuk melayani umat Kristen di sana. Ini juga bermakna, walau VOC masih berusia muda (berdiri 1602), kongsi dagang itu telah menempatkan kantor, benteng, pegawainya di Timor dan pulau-pulau sekitarnya; dan dengan itu perlu seorang pendeta sebagai pemelihara rohani. Pada era V0C, tahun 1600 – 1799, dan bahkan sampai tahun 1900, tidak banyak catatan sejarah yang bisa menjadi pengetahuan publik; dan sekaligus bisa menjadi tambahan pengetahuan terhadap Masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Di era kolonial sampai 1942, rakyat Nusa Tenggara Timur, harus terbagi-bagi sesuai keinginan Belanda, dalam bentuk Raja – Swapraja, fetor – Kefetoran, dan seterusnya; dan kemudian menjadi daerah taklukan di bawah pemerintahan residen. Ketika Jepang berkuasa di Nusantara, wilayah Nusa Tenggara Timur yang strategis, ditata ulang sebagai basis pertahanan. Penataan administrasi pemerintahan pun nyaris tidak mengalami perubahan, hanya ada perubahan istilah.

Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, Nusa Tenggara Timur sebagai bagian Nusantara yang dijajah Belanda, bebas dari cengkraman kolonial. Akan tetapi, karena keinginan Belanda untuk tetap berkuasa di Nusantara termasuk Nusa Tenggara Timur, maka mereka melakukan berbagai upaya untuk tetap berada di bumi Nusa Tenggara Timur. Keadaan tersebut, membangkitkan semangat “Nasionalisme – Kebebasan – Kemerdekaan Nusa Tenggara Timur” pada dalam diri Rakyat Nusa Tenggara Timur. Semangat yang tak pantang menyerah tersebut melahirkan Pemerintahan Negara Indonesia Timur dan Pemerintahan Otonom Nusa Tenggara Timur. Bisa dikatakan, status Nusa Tenggara Timur hampir sama dengan Yogyakarta pada waktu itu, yang menyatakan diri setia kepada Soekarno–Hatta. Perjuangan yang gigih Rakyat Nusa Tenggara Timur tidak berhenti, dan juga tidak pernah terbit dalam pikiran untuk melepaskan diri dari RI, yang baru merdeka. Ada semangat kesatuan Indonesia pada jiwa dan darah A.H. Koroh, I.H. Doko, Th. Oematan, Pastor Gabriel Manek, Drs. A. Roti, Y.S. Amalo, agar Nusa Tenggara Timur tidak berada dalam kekuasaan penjajah, tetapi menjadi bagian dari RI. Ketika Indonesia masih belum berdiri tegak, Nusa Tenggara Timur menjadi bagian dari Provinsi Administratif dengan nama "Provinsi Sunda kecil". Nama "Sunda kecil" kemudian diganti dengan nama "Nusa Tenggara", berdasarkan peraturan pemerintah No. 21 tahun 1950. Tidak lama setelah itu, pada tahun 1957 berlaku UU No. 1 tahun 1957 tentang pokok-pokok Pemerintahan Daerah dan dengan UU No. 64, tahun 1958, sehingga "Provinsi Nusa Tenggara" dibagi menjadi tiga Daerah Swatantra Tingkat 1, yaitu masing-masing Swatantra Tingkat 1 Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sejak 20 Desember 1958, pulau Flores, Sumba, Timor, dan pulau-pulau sekitarnya menjadi salah satu bagian dari provinsi.

Seni & Budaya

Kesenian Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur memiliki banyak tarian tradisional yang digunakan untuk kemeriahan suatu acara, upacara atau penyambutan. Beberapa tarian tradisional tersebut :

Tari Perang

Tarian yang menunjukkan sifat - sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yag dipakai berupa cambuk dan perisai.

Tari Gareng Lameng

Dipertunjukkan pada upacara Khinatan. Tarian ini berupa upacan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhinat, sehat lahir dan batin dan sukses dalam hidupnya.

Tari Lendo Nusa Malole

Tari garapan yang berarti mensyukuri nasib yang baik menggunakan irirngan musik sasando ini merupakan tari penyambut tamu yang memanfaatkan gerak gerak tari tertentu agar massa ikut dalam kegembiraan.

Selain tarian, Nusa Tenggara Timur mempunyai alat musik tradisional, beberapa alat musik tradisional tersebut :

Sasando

Alat musik tradisional Nusa Tenggara Timur ini berasal dari pulau Rote. Sasando terbilang jenis alat musik yang sangat unik. Karena keunikannya, ia bahkan sempat menjadi gambar utama dalam latar mata uang pecahan Rp. 5000.

Sasando terdiri 2 bagian utama, yaitu bagian yang terbuat dari bambu dan bagian yang terbuat dari daun lontar. Bagian yang terbuat dari bambu adalah tempat melekatnya dawai-dawai sasando yang banyaknya 28 dawai (sasando Engkel), 56 dawai (sasando Dobel), atau 84 dawai. Dawai-dawai tersebu dipasang melingkar bambu dengan panjang yang beragam.

Heo

Heo adalah alat musik gesek yang dibuat dari papan dengan alat gesek dari rangkaian ekor kuda. Heo memiliki 4 buah dawai dengan nada-nada dasar yang berbeda. Cara memainkan heo persis sama seperti cara memainkan biola pada umumnya.

Budaya Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur memiliki beragam kebudayaan, diantaranya :

a. Rumah Adat

Rumah adat yang dimiliki Nusa Tenggara Timur salah satunya adalah Saoata Musalakitana. Rumah Saoata Musalakitana adalah rumah rumah adat di Nusa Tenggara Timur yang biasanya untuk tempat tinggal lurah, camat atau pembesar lainnya. Rumah ini berbentuk panggung dan dibawahnya terdapat balai panjang tempat menerima tamuyang tiangnya berdiri dari landasan batu besar, sehingga tidak perlu ditanam dalam tanah.

b. Pakaian Adat

Pakaian adat yang dipakai kaum pria di Nusa Tenggara Timur berupa topi dengan bentuk yang khas, baju jas ttup, selempang kain tenun dan bersarung kain tenun. Sebilah golok terselip didepan perut. Perhiasan yang dipakai berupa kalung dan pending.

Sedangkan wanitanya memakai hiasan kepala berbentuk bulan sabit, kain tenun yang menyelempang di bahu dan kain tenun yang menutup bagian dada hingga kaki.perhiasan yang dipakai adalah subang, kalung, pending, dan gelang tangan. Pakaian ini berdasarkan pakaian adat Rote.

Unfortunately there are no hotels at this location at the moment.

Pulau Alor 5D4N

Nusa Tenggara Timur
Pulau Alor 5D4N Paket Pulau Alor 5D4N Alor dikenali juga sebagai Pulau 1. 000 moko, berlokasi dibagi More info
Book now

Labuan Bajo Komodo 4D3N

Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo Komodo 4D3N Paket Labuan Bajo Komodo 4D3N Sudah jelas Wisata Labuan Bajo yang mempunyai More info
Book now

Pulau Sumba 4D3N

Nusa Tenggara Timur
Pulau Sumba 4D3N Paket Pulau Sumba 4D3N adalah Pulau yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pu More info
Book now

Sailing Komodo 3D2N Live On Board

Nusa Tenggara Timur
Price per person from Rp. 2500000
Sailing Komodo 3D2N Paket wisata Sailing Komodo 3D2N Live on Board akan membawa anda menikmati sensa More info
Book now